HUKUM DAGING IMPOR DARI LUAR NEGERI

*HUKUM DAGING IMPOR DARI LUAR NEGERI*

*_Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah_*

*Pertanyaan:*
Apa hukum daging yang diimpor dari luar negeri khususnya daging ayam; dimana tertulis di atasnya: Disembelih dengan cara Islam? Peringatan tersebut dari ahli kitab.

*Jawaban:*
Semisal daging- daging yang macamnya didatangkan dari luar negeri itu memiliki perincian:

➡️Adapun yang datang dari negeri ahlul kitab dari kalangan Nasrani atau Yahudi, maka yang demikian ini hukum asalnya adalalah halal karena Allah Ta’ala membolehkan untuk kita makanan mereka dan menjadikan wanita mereka yang menjaga diri serta makanan mereka halal untuk kita. Sehingga apa yang datang dari negeri Nashrani seperti Denmark, Perancis, Inggris, Belanda dan lainnya pada asalnya halal untuk kita, kecuali jika kita tahu bahwa daging ayam atau sapi ini berasal dari tempat penyembelihan yang disembelih dengan cara yang tidak syar’i. Namun Jika kita mengetahui dengan yakin tentang hal itu, maka haram atas kita sesuatu yang pasti tersebut atau kita mengetahui bahwa sembelihan ini disembelih diatas cara yang tidak syar’i dengan dicekik atau lainnya meskipun penyembelihnya seorang muslim. Akan tetapi jika menyembelihnya dengan cara yang tidak syar’i atau mencekiknya atau pun menimpakannya dengan beban berat hingga mati maka menjadi hewan yang mati tercekik, sehingga tidak halal dimakan baik berasal dari seorang muslim atau pun ahli kitab.

➡️Adapun jika datang daging sembelihan dan tidak kita ketahui cara menyembelihnya, maka pada asalnya sembelihan mereka halal untuk kita sebagaimana sembelihan orang islam.

➡️Adapun orang yang kita mengetahuinya dari perusahaan atau penjagal khusus yang menyembelih sembelihan dengan cara yang tidak syar’i, maka kita tidak memakan sembelihannya.

➡️Adapun apa yang datang dari negeri komunis seperti Republik Rakyat Cina, Bulgaria, Kroasia, Albania dan lainnya. Negeri-negeri komunis ini kekafirannya lebih besar daripada kekafiran orang-orang paganisme (penyembah berhala), sehingga sembelihan mereka tidak halal.

Demikian pula negeri paganisme seperti India, Jepang, Korea, dan selainnya, sembelihannya tidak halal karena orang budha tidak ada agama bagi mereka.

Jadi negara ahlul kitab pada asalnya sembelihannya halal untuk kita, sedangkan negara selain mereka dari kalangan oranga-orang paganisme dan komunis, maka pada asalnya sembelihan mereka haram hingga kita mengetahui sembelihannya disembelih seorang muslim atau ahli kitab.
Jika kita telah mengetahuinya, maka kita memakannya.

Penanya: Syaikh! Apa hukum sesuatu yang datang dari negara komunis, namun tertulis di atasnya: Disembelih dengan cara islam?

Syaikh: Selama negeri tersebut komunis, maka tidak semestinya percaya dengan tulisan itu, karena mereka berdusta dan tidak memperdulikan hingga
kita mengetahui melaui jalan yang pasti. Diantara jalan yang dipercaya adalah adanya Badan Islam yang menyembelih di negeri komunis di Romania, Belgia, atau lainnya.

Jika kita telah mengetahui bahwasannya disana ada kaum muslimin yang bertauhid yang mewakili urusan mereka dan sembelihan ini datang dari cara mereka, maka ketika kita telah mengetahuinya, maka boleh bagi kita memakannya sebagaimana bolehnya bagi kita memakan sembelihan kaum muslimin dan ahli kitab.

?Tahdzir Minal Fitan

?http://bit.ly/Al-Ukhuwwah
http://tlgrm.me/anNajiyahBali

حكم اللحوم المستوردة من الخارج
السؤال: ما حكم اللحوم المستوردة من الخارج وخاصة الدجاج؛ حيث يكتب عليه: مذبوح على الطريقة الإسلامية، مع ذكر أهل الكتاب؟الجواب: كذلك اللحوم المصبغة التي تأتي من الخارج فيها تفصيل..أما ما يرد من بلاد أهل الكتاب من النصارى أو اليهود، فهذا أصله الحل؛ لأن الله أباح لنا طعامهم، وجعل نساءهم المحصنات وطعامهم حلاً لنا.فما ورد من بلاد النصارى كالدانمرك ، وفرنسا ، وإنجلترا ، وهولندا ، وأشباه ذلك، فالأصل فيه حله لنا، إلا إذا علمنا أن هذا الدجاج أو هذا البقر من مجزرة تذبح ذبحاً غير شرعي، إذا علمنا ذلك يقيناً حرُم علينا ذلك الشيء المعين، أو علمنا أن هذه الذبيحة ذُبحت على غير الوجه الشرعي بالخنق أو بغير ذلك، حتى ولو كان الذابح مسلماً، إذا ذبحها بغير الشرع، أو خنقها، أو ضربها بمثقِّل حتى ماتت فتصير موقوذة؛ فلا تحل، لا من