Beberapa Hukum dalam Ibadah Jum’at

1. ?HUKUM MEMBACA AL QURAN DENGAN PENGERAS SUARA SEBELUM SHALAT JUM’AT?

?asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz rahimahullah

❓Pertanyaan :
Di sebagian masjid-masjid yang ada di dunia Islam, dibacakan ayat-ayat al quran dengan pengeras suara sebelum shalat jum’at. Apa hukumnya?

?Jawaban :
KAMI TIDAK MENGETAHUI ASAL PERBUATAN YANG DEMIKIAN ITU, tidak dalam al quran dan tidak pula dari sunnah atau amalan para Shahabat serta as salafush sholeh radhiyallahu ‘anhum.

?❌Maka perkara yang demikian sesuai dengan gambaran yang disebutkan, termasuk perkara baru yang diada-adakan dalam agama YANG SEHARUSNYA DITINGGALKAN.

⛔️?Dikarenakan perbuatan tersebut merupakan perkara baru yang diada-adakan dalam agama.

❌?Dikarenakan pula seringnya mengganggu orang yang sedang shalat, para pembaca dalam shalat serta bacaan mereka.

Wallahu subhanahu wa ta’ala a’lam wa shalallahu wassalam ‘ala Nabiyina Muhammad wa Alihi washahbihi

?Kitabud Da’wah (Juz 2 hal. 131) – Fatawa wa Maqalat Mutanawi’ah juz 12.

http://www.binbaz.org.sa/mat/1354

2. HUKUM BERDIRI MENUNGGU SELESAINYA ADZAN PADA SHALAT JUM’AT KEMUDIAN SHALAT SETELAHNYA

✍? Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah

? Pertanyaan: Fadhilatusy Syaikh, biasanya pada hari jum’at sebagian orang mereka masuk ke masjid tatkala adzan sedang dikumandangkan, kemudian mereka berdiri menunggu sampai adzan selesai. Kemudian tatkala khatib memulai khutbahnya, mereka shalat (sunnah). Bagaimana hukumnya?

? Jawaban: Sebagian ulama berpendapat seperti ini, yaitu engkau menjawab adzan, kemudian setelah itu engkau shalat sunnah. Akan tetapi pendapat ini, pendapat yang lemah.

?? Pendapat yang rajih, engkau (langsung) shalat sunnah, ini dari 2 sisi :

⏯ Bersegera untuk shalat, sebagai ganti engkau berdiri untuk menunggu adzan selesai. Kami katakan : bersegeralah untuk shalat !!

⏯ Untuk engkau bersiap-siap mendengarkan khutbah. Dikarenakan mendengarkan khutbah lebih penting, dibanding dengan menjawab adzan.

⭕️ Menjawab adzan SUNNAH, sedangkan mendengarkan khutbah WAJIB. Dan perkara wajib didahulukan atas sunnah.

✋? Adapun selain shalat jum’at, maka tidak mengapa engkau menjawab adzan terlebih dahulu. Supaya tidak luput darimu menjawab adzan, kemudian setelah itu engkau shalat tahiyyatul masjid.

? Sumber : Silsilah Liqaat Bab al-Maftuh (Liqa 87)

3. HUKUM MENTASYMIT ORANG YANG BERSIN DI SAAT KHUTBAH JUMAT BERLANGSUNG?

✔️ oleh Ibnu Utsaimin رحمه الله

?pertanyaan:

Apa hukum mentasymit orang yang bersin ketika khutbah jumat berlangsung?

?jawab:

Pertama-tama: seorang yang bersin tidak boleh ditasymit kecuali jika Ia memuji Allah (mengucapkan alhamdulillah), jika Ia memuji Allah maka tasymitilah dia (ucapkan kepadanya yarhamukallah), akan tetapi jika hal itu di khutbah jumat maka tidaklah boleh engkau mentasymit dia, karena tasymit kepadanya adalah kalam (berbicara) karena engkau mengajak ia berbicara engkau mengucapkan:

يَرْحَمُكَ اللَّهُ

“semoga Allah merahmatimu”.

Berbicara ketika khutbah berlangsung tidaklah boleh kecuali karena ada hajat (kebutuhan) dan hal ini hanyalah bersama khatib. Dan yang menunjukkan terhadap apa yang aku katakan adalah sabda Nabi صلى الله عليه وسلم:

“Jika engkau mengatakan kepada orang disampingmu: diamlah dalam keadaan imam sedang berkhutbah maka sungguh engkau telah melakukan perbuatan sia-sia”,

Padahal ucapanmu kepadanya: diamlah, jika Ia sedang berbicara, termasuk nahi mungkar (melarang kemungkaran), ternyata Nabi صلى عليه وسلم melarang darinya dan beliau menjelaskan bahwa seorang insan haram melakukannya dikarenakan keutamaan shalat jumat; dimana barang siapa ia berbuat sia-sia maka tidak ada jumat baginya.
[? tasymit adalah ucapan yarhamukallahu]
?liqaush_shalah shalatul jum’ah

{ حكم تشميت العاطس أثناء خطبة الجمعة }
▃▃▃▃▃▃▃
《 ?لابن عثيمين رحمه الله

?السؤال:
فضيلة الشيخ، ما حكم تشميت العاطس أثناء خطبة الجمعة، بارك الله فيك؟

?الجواب:
أولاً: العاطس لا يشمت إلا إذا حمد الله، فإذا حمد الله فشمته، لكن إذا كان ذلك في خطبة الجمعة فإنه لا يجوز أن تشمته؛ لأن تشميته كلام لأنك تخاطبه تقول: يرحمك الله، والكلام حال الخطبة لا يجوز إلا لحاجة ويكون مع الخطيب، ويدلني لما قلت قول النبي -صلّ الله عليه وعلى آله وسلم-:«إذا قلت لصحابك: أنصت يوم الجمعة والإمام يخطب؛ فقد لغوت» مع أن قولك له: أنصت، إذا كان يتكلم؛ من النهي عن المنكر، ومع ذلك منعه النبي -صلّ الله عليه وعلى آله وسلم- وبين أن الإنسان يحرم به من فضل الجمعة؛ حيث إن من لغى فلا جمعة له.
لقاء[74]
الصلاة
صلاة الجمعة

4. ?…SOLUSI FIQIH IBADAH JUM’AT ANDA …?

?°°°°°°°°°°°°?°°°°°°°°°°°°?

Anda mendengar azan pertama shalat Jum’at❓ ini solusinya…

? Berikut bimbingan :

Asy-Syaikh al-Muhaddits Muqbil bin Hadi rahimahullah

? Pertanyaan :

Bolehkah mengikuti (menjawab) muazin yang mengumandangkan azan pertama shalat Jum’at❓

? Jawaban :

⛔️ Jangan diikuti azannya karena azan tersebut tidak disyariatkan❗️.
Karena yang diriwayatkan dari Rasul shallallahu alaihi wa sallam pada zaman beliau adalah SATU kali azan. Seingat saya sebagaimana disebutkan dalam hadisnya as-Saib bin Yazid. Demikian pula pada zamannya Abu Bakr, Umar dan sebagian zamannya Utsman.

⚠️ Kemudian ketika Utsman melihat jumlah kaum muslimin semakin banyak, beliau pun memerintahkan agar muazin menyuarakan azan (pertama) dari pasar Zauro.
Namun sekarang alhamdulillah orang-orang bisa mendengar azan dengan mikropon.

? Sumber : kaset As’ilah al-Madinah

فتاوى العلامة مقبل الوادعي:
السؤال

وسئل: وهل يجوز متابعة المؤذن في الأذان الأول؟

فأجاب: لا يتابع المؤذن فيه لأنه ليس بمشروع لكن ما ثبت عن الرسول صلى الله عليه وعلى آله وسلم ما ثبت في عهده إلا أذان واحد كما في حديث السائب بن يزيد فيما أذكر وفي زمن أبي بكر وفي زمن عمر وبعض زمن عثمان ثم عثمان لما رأى الناس كثروا أن يأمر مؤذنا يؤذن من الزوراء من السوق والآن بحمد الله الناس يسمعون المكرفون

————
من شريط : ( أسئلة المدينة )

5. *Perintah untuk menunaikan shalat Jum’at telah tegas disebutkan dalam al-Qur’an*