HUKUM SHALAT MAKMUM JIKA IMAM BATAL SHALATNYA

HUKUM SHALAT MAKMUM JIKA IMAM BATAL SHALATNYA

Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan:
Apakah batal shalat makmum dengan batalnya shalat imam?

Jawaban:
Tidak batal shalat makmum dengan batalnya shalat imam karena shalatnya makmum sah sebab dasarnya adalah tetapnya kesahan, sehingga tidak mungkin membatalkan kecuali dengan dalil yang shahih.

Adapun imam batal shalatnya sesuai konsekuensi dalil yang shahih sedangkan makmum memasuki ibadah dengan perintah Allah Ta’ala, sehingga tidak mungkin merusak shalatnya kecuali dengan perintah Allah Ta’ala. Kaidahnya: Bahwasannya siapa pun yang memasuki ibadah sesuai apa yang diperintahkan dengannya, maka kita tidak bisa membatalkannya kecuali dengan dalil.

Dikecualikan dari hal itu perkara yang menempati kedudukan makmum seperti sutrah (pembatas shalat).

Sutrah imam adalah sutrah bagi orang yang berkmakmum kepadanya. Sehingga jika lewat seorang wanita antara di antara imam dan sutrahnya, maka batal shalat imam dan batal shalat makmum, karena sutrah ini berserikat.

Berdasarkan hal ini kami tidak memerintahkan makmum membuat sutrah, bahkan sekiranya dia membuat sutrah, niscaya terhitung orang yang berlebih-lebihan lagi membuat kebid’ahan.

sutrah

?Majmu’ Fatawa wa Rasail

?http://bit.ly/Al-Ukhuwwah